Raksasa tehnologi Amerika Serikat (AS) Apple Inc barusan memperbarui laporan penciptaan lapangan kerjanya di AS sepanjang th. 2016. Apple menyebutkan sudah menolong membuat paling tidak 2 juta lapangan pekerjaan di AS.

Apple memanglah memperbarui data penciptaan lapangan kerja tiap-tiap th. pada situs resminya. Tetapi, data yang dihidangkan kesempatan ini berbarengan dengan pengumuman CEO Tim Cook kalau Apple sudah mengumpulkan dana 1 miliar dollar AS untuk mendorong perkembangan pekerjaan manufaktur di AS.

Mengutip TechCrunch, Jumat (5/5/2017), selama ini Apple sudah membuat 2 juta lapangan kerja di AS. Th. lantas, Apple merogoh berbelanja lebih dari 50 miliar dollar AS dengan 9. 000 pekerjaan penyuplai di AS serta menaikkan sekitaran 90. 000 pekerjaan penyuplai serta manufaktur.

Dengan hal tersebut, angka penciptaan lapangan kerja Apple naik jadi 45. 000 lapangan kerja dari angka th. 2015 yang menjangkau 361. 000. Mengenai jumlah tenaga kerja yang segera diambil oleh Apple termasuk juga di beberapa toko ritelnya tumbuh dari 76. 000 jadi 80. 000 pada 2016.

Pada bagian piranti lunak, Apple mengklaim kalau paling tidak 1, 53 juta pekerjaan di AS dapat diatribusikan pada ekosistem App Store. Angka ini naik dari 1, 4 juta pada th. 2015. Mulai sejak App Store di luncurkan pada th. 2008 yang lalu, banyak developer di AS sudah memperoleh 16 miliar dollar AS dari penjualan.

Dari angka itu, 39 % salah satunya datang dari luar negeri AS. Apple juga menyebutkan kalau semuanya product intinya, yaitu diantaranya iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, serta Apple TV memiliki kandungan komponen dari AS atau di buat dari perlengkapan yang datang dari penyuplai AS.

Apple juga memberikan laporan sudah memohon beberapa partner manufaktur intinya, termasuk juga Foxconn, untuk buka semakin banyak pabrik di AS. Data serapan tenaga kerja didalam negeri AS begini perlu untuk pemerintahan Presiden Donald Trump.

Pasalnya, Trump begitu mendorong penciptaan lapangan kerja serta perkembangan ekonomi didalam negeri AS sendiri.