Memberikan ASI ekslusif kepada anak merupakan dambaan setiap wanita. Akan tetapi, hal tersebut menjadi satu hal yang merisaukan bagi ibu-ibu menyusui yang aktif bekerja. Karena keterbasan waktu, woman career harus pintar-pintar mencari cara agar ia tetap dapat memberikan ASI kepada bayinya dan menjalankan pekerjaan sebagaimana mestinya.

Ibu menyusui bayinya

Ibu menyusui bayinya
[foto:Pixabay/carlosalbertony]

Tetapi, keadaan tersebut sekarang dapat diatasi dengan adanya alat yang membantu para ibu menyusui yang aktif. Alat tersebut adalah pompa asi. Pompa asi yang beredar di pasaran tersedia dalam dua jenis, yaitu pompa asi manual dan pompa asi elektrik.

Tiap jenis pompa asi mempunyai kelemahan serta kelebihannya sendiri. Pompa asi manual cara penggunaanya dengan digerakkan oleh tangan, berukuran kecil, dan cenderung lebih murah harganya dibanding pompa elektrik. Namun, dalam penggunaannya diperlukan tenaga serta waktu yang lama untuk menarik ASI keluar.

Jenis pompa asi manual digunakan oleh para ibu menyusui yang memompa ASI dengan frekuensi tidak terlalu sering. Kelebihan jenis ini adalah bentuknya yang kecil, jadi lebih ringan dan mudah dibawa bepergian.

Pompa ASI manual juga tidak bising, mudah dibersihkan dan lebih murah dibanding pompa jenis elektrik.

Selain pompa manual, ada juga pompa elektrik. Pompa asi elektrik digerakkan oleh listrik atau baterai. Pompa ini tidak memerlukan tenaga fisik dan dapat menghemat waktu. Tetapi, untuk harganya, pompa jenis elektrik ini cenderung lebih mahal dibandingkan pompa asi manual.

Pompa jenis elektrik ini ditujukan bagi para ibu yang ingin memompa ASI dengan frekuensi yang lebih sering atau dalam jumlah banyak. Karena digerakkan dengan tenaga listrik atau baterai, pompa jenis ini dapat membantu ibu memompa ASI dengan lebih mudah, cepat, ringkas dan tidak membuat ibu lelah.

Jenis elektrik ini cocok untuk ibu dengan mobilitas tinggi dan aktivitas cukup padat. Meskipun demikian, pompa elektrik memiliki beberapa kekurangan, diantaranya lebih berat, bising (untuk tipe tertentu) dan lebih sulit dibersihkan.

Merk pompa asi elektrik yang banyak di pasaran membuat para ibu leluasa memilih, sesuai kebutuhan dan budget tentunya. Untuk ibu-ibu menyusui yang baru, sebelum membeli pompa elektrik dapat melihat review secara online atau bertanya kepada yang berpengalaman.

Membaca review para ibu yang sudah mencoba berbagai merk pompa elektrik, maka dapat disimpulkan bahwa pompa asi elektrik yang menjadi pilihan ibu biasanya adalah:

    • Memiliki daya hisapnya kuat tetapi tidak sakit,
    • Baterainya rechargeable,
    • Tidak berisik,
    • Ringkas,
    • Tidak banyak printilan sehingga mudah dibersihkan,
    • Terdapat bantalan pemijat,
    • Terdapat timer dan lcd monitor, yang memudahkan ibu melihat durasi memompa dan tingkat hisapan.
    • Sparepart yang mudah dicari,
    • Terdapat pengaturan massage dan ritmenya. Massage ini untuk memancing ASI supaya lebih mudah keluar.
    • Closed system, jadi ASI tidak masuk ke selang pompaService sales nya yang baik
    • Dapat dijadikan double pump,
    • Bentuk corong yang pas, sehingga ASI tidak menetes
    • Harga terjangkau.

Pompa asi elektrik mempunyai memang kelebihan dibanding pompa asi manual. Akan tetapi, untuk mendapatkan pompa asi elektrik yang pas, kenyamanan ibu menjadi faktor utama. Karena apabila ibu nyaman, maka ASI yang dihasilkan pun juga lancar. Untuk mengetahui produk pompa elektrik mana yang cocok untuk Anda, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing.

Harga pompa asi elektrik dapat Anda lihat di situs belanja online, atau di toko perlengkapan bayi. Berikut kisaran harga pompa asi elektrik:

Merk Harga(dalam rupiah)
Spectra M1 Pompa ASI 2in1 1.395.000
Medela Swing Maxi Electric Breast 2.548.000
Pompa ASI Pigeon-breastpump electric 970.000
Medela Swing Electric 1.850.000
Pompa ASI Philips Avent Electric 3.625.000
Pompa ASI Elektrik Unimom KPOP Plus 870.000