Himpunan Entrepreneur KAHMI (Hipka) menilainya Indonesia mutlak berdaulat dengan ekonomi. Karenanya, spirit kewirausahaan jadi perlu diperkembang di kelompok generasi muda.

” Saya lihat Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat politik, berdikari dengan ekonomi, serta berkepribadian budaya Indonesia begitu perlu untuk Indonesia sekarang ini, ” tutur Kamrussamad, Ketua Tubuh Pengurus Pusat (BPP) Hipka, di sela Munas ke-X Korps Alumni KAHMI, di Medan, Kamis (16/11/2017).

Munas yang juga akan di buka oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (17/11/2017), itu juga akan pilih Dewan Presidium KAHMI periode 2017-2022. Diluar itu, berbarengan dengan Munas akan diresmikan Gedung Insan Cipta Medan oleh Wakil presiden, Minggu (19/11/2017).

Pada munas berikut, lanjut Kamrussamad, mesti diutamakan tujuan kader-kader KAHMI dari political orientied ke pengusaha orientied.

Dia lihat, tujuan kewirausahaan sesuai sama keinginan Wakil Presiden Juiceuf Kalla waktu berikan saran dalam Simposium Guru Besar KAHMI di Jakarta beberapa waktu terakhir.

” Spirit kewirausahaan berikut sisi dari usaha menjawab tantangan lapangan pekerjaan yang diperlukan Indonesia sekarang ini, ” papar Kamrussamad.

Merujuk data Tubuh Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Indonesia medio Februari 2017 lantas didominasi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Tingkat pengangguran terbuka atau TPT memanglah alami penurunan jadi 5, 33 % dari Februari 2016 yang sebesar 5, 50 %.

Dari 131, 55 juta orang yang masuk jadi angkatan kerja, ada 124, 54 juta orang yang bekerja, serta bekasnya 7, 01 juta orang di pastikan pengangguran.

Berdasar pada data itu, tingkat pengangguran terbuka paling rendah ada di tahap pendidikan Sekolah Basic (SD) ke bawah yaitu 3, 54 %. Tingkat pengangguran terbuka bidang pendidikan dari tahap Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 5, 36%, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7, 03%. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 9, 27%. Diploma III (D3) sebesar 6, 35%, serta kampus 4, 98%.

Kamrussamad tidak menolak ada kekhawatirkan dengan data yang BPS itu. Karenanya, menurutnya, peranan politeknik serta balai latihan kerja, dan akademisi di perguruan tinggi juga butuh dimaksimalkan untuk mendorong semangat kewirausahaan.

” Termasuk juga kolaborasi dengan dunia usaha supaya link and match, ” tutur Kamrussamad.