Di Jerman, pendidikan kejuruan telah berhasil sampai tingkat pengangguran menekan hanya 4,2 persen untuk kelompok usia 15-19 tahun. Ada kerjasama antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan dalam penyelenggaraan panggilan di negara tersebut.

Hal tersebut terungkap pada sidang rapat Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat dengan Fraunhofer-Institut fr Fertigungstechnik dan Angewandte Materialforschung (IFAM) dari Jerman mengenai pendidikan kejuruan, Senin (2/10).

Perwakilan IFAM Parker Plagemenn mengatakan, pendidikan kejuruan melibatkan beberapa pemangku kepentingan – pemerintah, serikat pekerja, dan asosiasi industri (kamar). Pendidikan dilakukan langsung di perusahaan dan lingkungan sekolah. Di perusahaan, siswa mendapatkan kontrak kerja dan uang saku.

Durasi pendidikan kejuruan di Jerman berkisar antara 2-3,5 tahun. “Sekitar 70 persen waktu dihabiskan untuk belajar di perusahaan, dan 30 persen di sekolah mempelajari teori seleksi kejuruan,” kata Parker Plagemenn di Gedung Parlemen di Jakarta, Senin.

Plagemenn menjelaskan, selama tiga hari dalam seminggu para siswa sedang bekerja, maka dua hari berikutnya mereka kembali ke sekolah untuk belajar teori tersebut. Setelah menjalani pendidikan kejuruan, Plagemenn melanjutkan, mereka harus menjalani tes yang diadakan oleh organisasi profesi.

Menurutnya, organisasi profesi memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan kejuruan di Jerman. Ujian akhir dilakukan oleh asosiasi industri atau asosiasi profesi terkait. Tesnya adalah perusahaan atau pekerja di perusahaan, dan tentu saja juga guru di sekolah kejuruan.

“Setelah lulus, mereka bisa memulai karir profesional mereka dan mendapatkan sertifikat yang dikeluarkan oleh asosiasi industri berdasarkan standar tertentu,” tambah Plagemenn. Semua aspek di Jerman ini diatur oleh undang-undang pelatihan kejuruan, dan beberapa undang-undang lain yang membentuk kerangka hukum terpadu.

Selain itu sebaiknya persiapkan anak anda dengan belajar les privat di jakarta bersama privat medan.